master88
kontolkuda Bandar Sakong Bandar Poker dan Domino
Jual Obat Pembesar KLG
Vimax Asli Canada
KLG
Vimax Asli
Vimax Herbal

Sitok "gugat" julukan Presiden Penyair bagi Sutardji

Sitok "gugat" julukan Presiden Penyair bagi SutardjiJulukan Presiden Penyair Indonesia yang diberikan kepada penyair Sutardji Calzoum Bachri "digugat" sastrawan Sitok Srengenge dalam ajang Sastra Pelataran Semarang yang berlangsung di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ...2 bulan yang lalu via Antara

Sisi humoris Sapardi Djoko Damono

Sisi humoris Sapardi Djoko DamonoPenyair Sapardi Djoko Damono menunjukkan sisi humorisnya dalam perbincangan mengundang gelak tawa pada perayaan ulang tahun ke-77 dia di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22/3) malam.Ketika sastrawan yang sejak lima dekade silam ...3 bulan yang lalu via Antara

Sapardi Djoko Damono dan takhayul angka 7

Sapardi Djoko Damono dan takhayul angka 7Penyair Sapardi Djoko Damono mengaku tidak percaya takhayul mengenai angka 7 yang dianggap angka keberuntungan. Namun, Sapardi berseloroh orang-orang di sekitarnya justru mempercayai hal tersebut hingga akhirnya ia diminta ...3 bulan yang lalu via Antara

Mira Lesmana Produksi Film Chairil Anwar Tahun Depan

Mira Lesmana Produksi Film Chairil Anwar Tahun DepanPenyair yang mendapat sebutan 'Si Binatang Jalang', Chairil Anwar, akan segera diangkat kisah hidupnya ke dalam sebuah film biopik.3 bulan yang lalu via TRIBUNnews.com

Istirahatlah Kata-Kata Bukan Sekadar Film bagi Melanie

Istirahatlah Kata-Kata Bukan Sekadar Film bagi Melaniejpnn.com - Aktris Melanie Subono turut berpartisipasi dalam film 'Istirahatlah Kata-Kata' yang mengangkat kisah hidup penyair Widji Thukul. Sebagai seorang aktivis, dara cantik kelahiran 20 Oktober 1976 tersebut menanggap 'Istirahatlah Kata..5 bulan yang lalu via jpnn
BERITA TERKINI

120 penyair ikuti Literasi Borobudur

agen vimax
120 penyair ikuti Literasi Borobudur Borobudur, Jateng (ANTARA News) - Sekitar 120 penyair berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Literasi Borobudur di Candi Borobudur dan kawasannya, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai Sabtu hingga Minggu (21/5).

"Mengajak sebanyak mungkin orang untuk makin mencintai sastra karena dengan mencintai sastra mengangkat martabat kemanusiaan," kata Koordinator Nittramaya Nusantara (lembaga nirlaba kesusateraan, penyelenggara Literasi Borobudur 2017) Bambang Eko Prasetya di sela kegiatan hari pertama itu di Kali Progo sekitar 1 kilometer timur Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu.

Para peserta, antara lain, berasal dari Magelang, Yogyakarta, Semarang, Banjarnegara, Jakarta, Cirebon, Bandung, Ciamis, Bali, Kupang, Malang, Bojonegoro, dan Kediri.

Para penyair, ujar Bambang Eko yang juga penyair Magelang itu, membacakan karya-karya mereka di sejumlah tempat dengan pembagian waktu yang telah diatur menjadi 10 sesi.

Ia menyebut istilah 10 sesi pembacaan karya sastra tersebut, yakni "Sastra Sesuci Kali Progo", "Sastra Gunungan Rejeki", "Sastra Resital Biola", "Sastra Komunitas Api", "Sastra Jumbhara", "Pagelaran Wayang Purwa", "Bincang Sastra Nusantara", "Sastra Sendratari Matahariku", "Kirab Budaya Bersama Seniman Magelang Raya", dan "Sastra Mandala Borobudur".

Pada rangkaian kegiatan itu, juga diluncurkan antologi puisi berjudul "Madah Merdu Kamadhatu", karya 81 penyair dari berbagai daerah di Indonesia dengan tulisan pengantar oleh Gubernur Jateng Mardiyanto (1998 s.d. 2008).

Ia menyebut agenda pembacaan karya-karya sastra tersebut di ruang terbuka atau berbasis alam untuk merespons kekayaan alam di sekitar Candi Borobudur yang juga warisan budaya dunia itu.

Candi Borobudur dengan kawasannya, kata dia, memberikan kekayaan inspirasi untuk lahirnya karya-karya sastra yang bermakna mendalam dan berkualitas.

"Dengan banyak orang bersastra akan makin kaya pemaknaan atas kehidupan ini. Orang tidak hanya terpaku kepada kepentingan sesaat, tetapi juga mengedepankan kepentingan luhur jangka panjang, yakni nilai-nilai kehidupan," ujarnya.

Mardiyanto dalam pengantar antologi puisi "Madah Merdu Kamadhatu" itu, antara lain, mengatakan bahwa Gunung Merapi dan Candi Borobudur tidak pernah usai memberi inspirasi kepada para pencinta sastra.

"Untuk selalu menggali nilai luhur yang terkandung dan diwujudkan dalam berbagai karya sastra, puisi, cerita pendek, novel, dan berbagai tulisan yang memperkaya setiap umat manusia, untuk selalu melakukan yang terbaik dalam menjalin persaudaraan sejati dan memelihara perdamaian," katanya.

(U.M029/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

1 bulan yang lalu via Antara

UNDUH MP3/VIDEO DARI YOUTUBE

Beranda   |   Ketentuan Layanan   |   Aturan Pemakaian   |   Tentang Kami   |   Hubungi Kami
Bahasa: Inggris | Indonesia | Mandarin
Hak Cipta© 2012 widih.co - Semua Hak Dilindungi Undang Undang